Register

Log in

StatPress

Visits today: 4
Total: 19996 since June 12, 2008
Es Ito's Facebook profile

ES ITO Twitter

Archive for the 'Kolom Guru Uban' Category

Teroris Memahami Rezim ; Catatan Tidak Lazim

Wednesday, March 10th, 2010

Mati, tertangkap, dieksekusi sudah seringkali terjadi. Itu tidak akan pernah membuat kita berhenti, sebab bukankah itu yang selama ini kita cari? Kebebasan kita tidak ditentukan oleh udara segar yang dihirup tetapi oleh wangi kesturi. Barangkali dalam hal-hal seperti itu kita tidak perlu berdebat lagi. Kita adalah hantu bagi kehidupan, tamu suci bagi yang telah mati. [...]

Surat Untuk Umar Bakrie di Istana

Tuesday, March 9th, 2010

Dulu, mereka memperkenalkanmu sebagai seorang guru. Tampil dalam iklan televisi penuh malu-malu. Lantas dengan perasaan penuh haru biru, rakyat memilihmu dalam Pemilu. Inilah berkah dari demokrasi dimana iklan tidak melayani masyarakat tetapi penguasa. Kita boleh bertanya tetapi tidak boleh menentukan. Lalu tiba-tiba kau mendapati dirimu duduk di atas singgasana tanpa mampu bergerak dan berkehendak. Sekarang [...]

Demarkasi

Thursday, February 18th, 2010

Mereka terhenti di garis demarkasi. Gerilya menahan sabar dalam terpa hujan ketidakpastian. Di depan mereka gelap kubu lawan tanpa kilau senapan. Perundingan terhenti di tengah jalan, mereka sudah maju terlalu jauh. Tidak ada kata kembali, itu sebabnya mereka disebut prajurit sejati. Bila esok mentari masih mereka dapati seharusnya mereka tidak lagi disini. Mereka sudah harus [...]

Anarki di RI

Thursday, January 21st, 2010

Inilah kisah tentang anak-anak yang bukan untuk dibaca oleh anak-anak. Bayangkan kanak-kanak dengan seragam merah putih di sekolah negeri yang sering tidak terjamah subsidi. Murid-murid belia yang sering melihat kawan mereka bergelimang fasilitas di sekolah swasta. Tetapi mereka tetaplah kanak-kanak, tanpa iri dengki mereka terus belajar tanpa perlu memaki. Selama puluhan tahun di sekolah dasar [...]

Berakhirnya Hindia Belanda dan (Sekarang) Indonesia?

Sunday, December 13th, 2009

Saya membaca Runtuhnya Hindia Belanda-nya Onghokham, lalu tertawa;
Pada saat baru diangkat menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda pada tahun 1931, De Jonge mengatakan, “Belanda akan berada di Hindia Timur selama 300 tahun lagi, kalau perlu dengan menggunakan pedang dan pentungan”. Pernyataan De Jonge yang berasal dari kubu konservatif itu keluar di tengah-tengah gairah nasionalisme Indonesia tengah [...]

Beo Mbalelo

Friday, November 13th, 2009

Beo terbang dari sangkar. Bebas mengangkasa, tanpa takut sebab punya muslihat suara. Bila elang hendak menyambar, tinggal dia tirukan suara bedil hingga elang menjauh terkaing-kaing. Kalau pesawat hendak menabrak, tinggal dia coba suara petugas menara pengawas. Pesawat terpaksa pindah  jalur terbang. Di angkasa,  si hitam mengkilau  dengan paruh kuning benar-benar menikmati kebebasan sementara. Sebelum ia [...]

Pertemuan (Ekstra) ; Lopa, Hoegeng, Natsir dan Hari Pahlawan

Tuesday, November 10th, 2009

Semenjak Eyang Harto berhasil menangkap dan memenjarakan Sutan Sjahrir alias Si Kancil yang katanya atas berkat jasaku itu, dengan beban dosa yang begitu besar di dada aku tidak tahu harus kemana. Eh Stop Dulu! Bagi kalian para pembaca sok intelek yang tidak mengerti dengan prolog tulisan ini baiknya kalian baca tulisanku berjudul, Pertemuan (1), (2) [...]

Ketika Buaya Curhat Pada Murid TK

Saturday, November 7th, 2009

Rimba raya gaduh, hewan-hewan berteriak. Buaya merasa tersudut, tiada yang membela tapi mereka juga tidak ingin kehilangan muka. Buaya-buaya nakal tidak mungkin bisa dikeluarkan dari koloni, sebab sudah jadi kesepakatan bahwa kehormatan korps jauh lebih penting dibandingkan kepentingan seisi rimba raya. Kehormatan, ucap raja buaya, sesuatu yang telah diwariskan oleh senior kami. Kehormatan korps buaya [...]

Ssst…No!!!

Tuesday, November 3rd, 2009

Ssst…No!
Tanah ini telah dikutuk. Peradabannya berjalan merangkak tiada mampu mengejar keserakahan yang kencang berlari.  Di ujung timur sini, pijar matahari baru dirasakan belakangan, kadangkala tidak sama sekali. Harapan-harapan hanya mampu menjadi bayang-bayang dari tragedi. Dan sadarilah, pada saat akal sehat mulai sirna, tarian suka membahana. Bertabuh gendang mereka merayakan kemenangan.  Perut-perut buncit bergesekan disiram anggur [...]

Atas Petunjuk

Sunday, November 1st, 2009

Sepuluh tahun setelah transisi orde yang berjalan dengan cepat, tentara berwajah galak menyerbu kampus. Anak-anak muda dipaksa untuk berhenti berbicara. Mereka diberi kuliah yang besaran kreditnya melebihi mata kuliah apapun, kuliah tentang cara melihat dan menerima begitu saja. Biarkan orang-orang tua yang mengurus negara, mahasiswa cukup menyaksikan tanpa perlu berkomentar. Pers boleh menulis berita, tetapi [...]

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes