Register

Log in

StatPress

Visits today: 24
Total: 19922 since June 12, 2008
Es Ito's Facebook profile

ES ITO Twitter

Archive for November, 2009

Beo Mbalelo

Friday, November 13th, 2009

Beo terbang dari sangkar. Bebas mengangkasa, tanpa takut sebab punya muslihat suara. Bila elang hendak menyambar, tinggal dia tirukan suara bedil hingga elang menjauh terkaing-kaing. Kalau pesawat hendak menabrak, tinggal dia coba suara petugas menara pengawas. Pesawat terpaksa pindah  jalur terbang. Di angkasa,  si hitam mengkilau  dengan paruh kuning benar-benar menikmati kebebasan sementara. Sebelum ia [...]

Pertemuan (Ekstra) ; Lopa, Hoegeng, Natsir dan Hari Pahlawan

Tuesday, November 10th, 2009

Semenjak Eyang Harto berhasil menangkap dan memenjarakan Sutan Sjahrir alias Si Kancil yang katanya atas berkat jasaku itu, dengan beban dosa yang begitu besar di dada aku tidak tahu harus kemana. Eh Stop Dulu! Bagi kalian para pembaca sok intelek yang tidak mengerti dengan prolog tulisan ini baiknya kalian baca tulisanku berjudul, Pertemuan (1), (2) [...]

Ketika Buaya Curhat Pada Murid TK

Saturday, November 7th, 2009

Rimba raya gaduh, hewan-hewan berteriak. Buaya merasa tersudut, tiada yang membela tapi mereka juga tidak ingin kehilangan muka. Buaya-buaya nakal tidak mungkin bisa dikeluarkan dari koloni, sebab sudah jadi kesepakatan bahwa kehormatan korps jauh lebih penting dibandingkan kepentingan seisi rimba raya. Kehormatan, ucap raja buaya, sesuatu yang telah diwariskan oleh senior kami. Kehormatan korps buaya [...]

Ssst…No!!!

Tuesday, November 3rd, 2009

Ssst…No!
Tanah ini telah dikutuk. Peradabannya berjalan merangkak tiada mampu mengejar keserakahan yang kencang berlari.  Di ujung timur sini, pijar matahari baru dirasakan belakangan, kadangkala tidak sama sekali. Harapan-harapan hanya mampu menjadi bayang-bayang dari tragedi. Dan sadarilah, pada saat akal sehat mulai sirna, tarian suka membahana. Bertabuh gendang mereka merayakan kemenangan.  Perut-perut buncit bergesekan disiram anggur [...]

Atas Petunjuk

Sunday, November 1st, 2009

Sepuluh tahun setelah transisi orde yang berjalan dengan cepat, tentara berwajah galak menyerbu kampus. Anak-anak muda dipaksa untuk berhenti berbicara. Mereka diberi kuliah yang besaran kreditnya melebihi mata kuliah apapun, kuliah tentang cara melihat dan menerima begitu saja. Biarkan orang-orang tua yang mengurus negara, mahasiswa cukup menyaksikan tanpa perlu berkomentar. Pers boleh menulis berita, tetapi [...]

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes