Register

Log in

StatPress

Visits today: 4
Total: 19996 since June 12, 2008
Es Ito's Facebook profile

ES ITO Twitter

Sepi

by e.s. ito ~ October 20th, 2009

lonelyInilah cerita tentang orang-orang yang kesepian. Duduk di ranting paling tinggi, tanpa dahan penyangga dan pohon yang menjadi tiangnya. Dia menatap jauh ke depan, tiada pemandangan tidak pula ada pengharapan. Dia memandang ke bawah tiada dasar tanpa jurang yang menganga. Di atas ranting paling tinggi dia bergelayutan penuh kekhawatiran tetapi tanpa rasa takut. Beginilah bila hidup tanpa ketakutan, yang ada hanya tawa. Sebab sebagaimana ucap Jorge yang buta, “tawa membunuh ketakutan. Tanpa rasa takut tidak akan ada Tuhan”. Dan inilah ucapku, tanpa Tuhan, ranting-ranting akan terus meninggi tanpa dahan penyangga dan pohon yang menjadi tiangnya.

Inilah cerita tentang orang-orang yang kesepian. Mereka yang membajak sawah tanpa air. Terus mencumbu tubuh kerbau dengan cambuk. Mereka berharap panen akan datang dalam seratus hari. Padi menguning, pipit nakal menggoda. Tetapi lihatlah, bahkan bendungan penuh dengan bangkai dan kotoran yang semakin meninggi. Tiada air, yang bisa kau panen hanya harapan. Kerbau-kerbau berontak tanduknya merebut caping petani. Mereka menari layaknya badut kaki empat dengan tulang iga menonjol rapi. Tidak ada panen musim ini, kau bisa pulang sebelum berangkat di pagi hari. Tanpa kerja, kau tidak akan pernah menunggu pagi. Tanpa pagi, pengharapan punah sudah. Dalam unggun jerami terakhir, seseorang berkata, “sirami aku dengan bensin”

Inilah cerita tentang orang-orang yang kesepian. Dia berada di tengah-tengah keramaian. Orang-orang bekerja di balik meja tanpa sapa. Suara manusia dibungkam oleh ketukan tanpa irama dan sesekali desauan pendingin ruangan. Inilah keramaian yang mencekam. Suara hanya instruksi dan kau tetap sendiri. Kau mesti menyelesaikan suatu hal yang kau tidak pernah tahu akan berakhir seperti apa. Di ujung sana tragedi mungkin saja menyapa banyak orang dengan keramahannya yang mematikan. Dan kau tetap sendiri dengan risiko yang kau tidak akan pernah tanggung sendiri. Hei, lihatlah, tanpa risiko hidup layaknya danau yang tidak akan pernah kering. Terlihat indah dari ketinggian tetapi tercekik dalam sepi. Pada saat fajar menyapa hari, kau akan berteriak, “semoga esok fajar tidak lagi menyapaku”

Inilah cerita tentang orang-orang yang kesepian. Mereka yang minggat tetapi selalu kembali. Orang yang terus berbicara masalah semua orang tetapi lupa bahwa dia lah yang menjadi masalah bagi semua orang. Orang-orangan sawah yang telah mati kehendak. Berkhayal tinggi punya daya untuk bergerak sehingga bisa memburu pipit hingga ke sarangnya. Lihatlah, betapa bodohnya kita, tanpa kehendak menyebut diri bebas begitu rupa. Anak-anak muda berlarian dalam ecstasy, dalam perhentian mereka mengisap ganja, terus berlari berharap esok mereka akan menjumpai tempat yang berbeda. Tetapi mereka tetap kembali, karena orang-orang bebas yang mati kehendak tiada angan tiada tujuan hanya menemui tempat perhentian untuk kembali. Sartre benar, “kebebasan adalah hukuman untuk manusia”. Dan biarkan aku menyambungnya dengan Marquez, “kita terhukum untuk seratus tahun kesunyian”.

Sepi nyaris menang. Pelan-pelan dia membunuhku. Membenamkan dalam lumpur yang mengeras. Tanganku mencari pegangan tetapi hanya ada akar rapuh dari pohon yang menimpaku. Sekali waktu seseorang datang menjengukku, lalu pergi membawa pesan yang tidak akan pernah sampai.

  • Share/Bookmark

9 Responses to Sepi

  1. Idris H. Sikumbang

    Sepi yang membawa kau dan dia ke alam bawah sadarku
    Sepi yang mengantarkan sesajian ke sajadah imamku
    Sepi yang menjadikan gelap menjadi terang
    Sepi yang mengkultuskan gaib menjadi nyata
    Jauh telah terasa dekat, dekat telah menjadi hampir

  2. omar arief

    pahit & busuk!

    kadang kita emang hrs sering menepuk air di dulang,
    agar muka kita terciprat,
    paling tidak oleh tepukan tangan kita sendiri,
    bukan oleh tangan org lain!

  3. The Fighter

    Inilah cerita tentang orang-orang yang kesepian,
    Terbelenggu dalam pemikiran para pesakitan
    Tapi sepi tidak akan mengalahkan ku
    walau dalam jurang yang mematikan sekalipun

  4. irwan Bajang

    Sepimu itu Bung, adalah sepi kita bersama.
    di rumah tak terurus, di tanah salah asuh ini.
    Akh…

  5. Zefri

    Sepi itu mengenaskan
    Seperti manusia yg mempunyai ‘kewajiban’ tp tak punya kesadaran

    Sepi itu arogan
    Seperti burung yg bebas brkeliaran tanpa tahu tempat kotoranny trbuang

    Sepi itu penghianatan
    Layaknya benalu menghisap rokok tanpa bungkus kardusan dan yg trsisa hny pntungan

    Sepi itu tak tahu malu
    Krn awak yg sok tahu mengotori tulisan dan brlagak pintar layakny kaum intelektuil

    Smoga sepi itu hny perasaan dan bkn dr sbuah kegiatan

    Smoga sepi tdk menguasai awak ini dan sepi tdk mnjd saya

    Trima ksh mak atas renungan malamny

  6. Lam

    sepi itu indah..
    meski kadang tak tertanggungkan
    tapi tetap saja itu hanya terkadang

    Selebihnya..sepi tetap indah
    seketika hening di sekeliling
    membebaskan hati dari segala rasa
    melayang…tanpa ada seruan untuk berbincang sekedar

    Dan sepi memang indah…
    karena sepi tak selalu terdiam
    hanya hening..
    menikmati masa merasai diri sendiri.

  7. Bernardia Vitri

    Sepi, tak indah memang…
    Tetapi keheningan itulah yang indah…

    Sepi tidak diperuntukan konsentrasi, keheninganlah yang membangun dunia berpikir. Dalam keheningan kita bisa menyadari hal yang sebelumnya tak kita sadari. Sedangkan sepi berarti tidak memiliki teman untuk berbicara…

  8. Urang awak juo

    mengapa sepi ketika malaikat pencatat di dua bahumu?
    mengapa sepi ketika do’a umat beriman menyertaimu?
    mengapa sepi ketika “mata” Tuhan selalu memandangmu?

  9. dinna faizal

    Sangat hafal dan pernah dengar secara pasti..
    mereka mengungkapkan sepi dengan kalimat bertubi-tubi yang dingin sarat ekspresi.. lengkap dengan mata berlinang entah itu untuk bahagia atau hujatan bagi kesedihan…

    namun aku cukup hafal dan memaknai itu dengan pasti
    jauh di kedalaman yakinku, bahwa bersama sepi aku lebih mampu mengenali diriku!!

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes