Pesan Untuk Nurul
Sunday, July 26th, 2009Goresan tanganmu tidak kalah dari tulisanku. Imajinasimu jauh lebih mengejutkan dibandingkan thriller yang kususun rapi. Dalam darah kita mengalir sebuah bakat terlarang yang dulu hanya berakhir di mulut dan pacul. Ibuku, nenekmu, ayahku, kakekmu, kakekku, kakek buyutmu, nenekku, nenek buyutmu. Kita adalah titisan dari sebuah puak yang tidak berjejak. Ada garis silsilah, ranji demikian orang [...]
